Home / Berita utama / SMP Kristen IV Santian Dianaktirikan Dinas PPO
SMP Kristen IV Santian Dianaktirikan Dinas PPO

SMP Kristen IV Santian Dianaktirikan Dinas PPO

SoE.Fajar Timor.com. Mungkin hanya bermodalkan copy paste alias survey lokasi dari belakang meja biro, Dinas PPO TTS, lalu memastikan sekolah sekolah penerima DAK pada setiap tahun anggarannya.

Buktinya Sekolah Menengah Kristen IV Amanatun Selatan yang berlokasi di Desa Nenotes Kecamatan Santian, Ruang Belajar siswa telah hancur dan tidak bisa lagi digunakan. Kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan malah sudah berulang tahun. Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Timor Tengah Selatan seakan tidak peduli dan malah membiarkan kondisi fisik sekolah tersebut. Pantauan Fajar Timor.com di lokasi setempat, Gedung sekolah yang hanya terdiri dari tiga (3) ruang, dua ruang di gunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa sebanyak 162, sementara satu ruangnya lagi digunakan untuk ruang guru guru dan kepala sekolah. Ridolf Tusi,S.Pd sang kepsek mengakui sebelumnya sekolah tersebut memiliki lima (5) ruang layak KBM. Akan tetapi dalam perjalanannya dua (2) ruang belajar mengalami kerusakan berat akibat konstruksi fisik gedung yang tidak tahan zaman. “sebelumnya ada lima ruang layak KBM. Namun dalam perjalanannya, dua ruang belajar siswa mengalami kerusakan. Dan kerusakan tersebut terjadi secara alami, dan permanen . kami pun sudah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak dinas namun hingga saat ini jangankan datang ke lokasi sekolah setempat, respon balik atas laporan kami saja tidak sama sekali” , keluh Tusi.

Keadaan tersebut diperparah lagi dengan kondisi di dalam ruang belajar siswa, yang jauh sekali dari sarana penunjang berupa meubeler (meja dan kursi) dan sarana penunjang lainnya. Jika hal tersebut terus di biarkan maka jelas telah terjadi proses pembiaran yang dilakukan Dinas PPO setempat. Simon R Kamlasi, orang tua siswa berharap agar Kadis Aba L. Ani bisa memberi sedikit perhatiannya kepada SMP IV Amanatun Selatan yang telah dirintis semenjak tahun 1960-an yang kini berlokasi di kecamatan Santian. “Kami orang tua siswa berharap ada perhatian serius dari pak Aba L. Ani, selaku kadis PPO. Tolong jangan anaktirikan kami”, kesal Kamlasi. Pertanyaannya? Mau dikemanakan pendidikan anak anak bangsa ini. Pada hal usaha mencerdaskan anak anak bangsa adalah usaha keras pemerintah RI dalam upaya dan usaha mengeluarkan nasib bangsa ini dari himpitan keterpurukan kebodohan permanen. (Dion.fjrtimor.com).

About admin

Scroll To Top