Home / Daerah / “Soal Dugaan Video Porno dan Dugaan Kucuran Dana sebesar Rp 200 juta”

“Soal Dugaan Video Porno dan Dugaan Kucuran Dana sebesar Rp 200 juta”

Kupang, fajartimor.com. Pada pemberitaan fajartimor online sebelumnya terkait kasus pornografi dan porno aksi salah seorang karyawan Bank NTT, di alinea terakhir ada frase: “Lain lagi pada setiap minggunya sebesar Rp 200 juta harus hilang ke daerah Jawa, karena kuat dugaan seorang pejabatnya terlibat kasus mafia video porno”, tidak ada kaitannya dengan managemen Bank NTT.

Redaksi fajartimor.com, dalam pertimbangan kritis pemberitaan ingin menegaskan bahwa dengan berasaskan pada Undang undang Pers nomor : 40 tahun 1999 tentang etika pers yang lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah perlu menggaris bawahi bahwasannya dugaan video porno seorang pejabat daerah yang berimbas pada dugaan kucuran dana sebesar Rp 200 juta tidak sangat koheren dengan managemen Bant NTT Kupang.

Redaksi fajartimor.com pun merasa perlu menurunkan catatan kritis soal dugaan kasus tersebut yang tidak bertalian dengan Bank NTT Pusat demi sebuah pencerahan kepada pembaca dan pengunjung setia fajartimor.com dimana saja berada.

“konklusi pada konten berita Direksi Bank NTT, Diduga Melindungi Kelakuan Bejat JM, tidak ada hubungannya dengan managemen Bank NTT”.   Sementara soal tindakan tegas untuk JM, redaksi mendapat sejumlah informasi bahwa yang bersangkutan sudah dan sementara dalam penanganan intensif lembaga internal Bank NTT. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top