Home / Berita utama / Spirit O2SN NTT, Jauh dari Thema O2SN Tahun Ini!
Spirit O2SN NTT, Jauh dari Thema O2SN Tahun Ini!

Spirit O2SN NTT, Jauh dari Thema O2SN Tahun Ini!

Kupang, fajartimor.com-Semangat mendapatkan karakter sportifitas dari para siswa peserta Olimpiade Olahraga Siswa nasional harus pupus, karena kegiatan tersebut sudah sangat syarat kepentingan.

Kekesalan yang diluapkan para atlit kabupaten/kota dan sejumlah pendampingnya terus berkecamuk.

Kepada fajartimor.com, belum lama ini, atlit atlit dan para pendampingnya mengatakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional yang diselenggarakan di Provinsi, senantiasa menonjolkan ketidakmampuan penyelenggara.

Hal hal teknis seperti, skor yang beruba uba, keputusan wasit pertandingan yang selalu kontra produktif, ketidakpahaman panitia dan penyelenggara Olimpiade atas seluruh cabang atlit yang dipertandingkan, juga keberpihakkan panitia atas peserta olimpiade dari kabupaten tertentu, sudah menjadi ritus.

“Keberpihakkan panitia/penyelenggara, koordinator wasit juri, kepada atlit atlit dari kabupaten tertentu, sekalipun kemampuan atlitnya jauh dari standar teknik olahraga bukan hal baru di Provinsi. Dan uniknya lagi sejumlah informasi yang kami peroleh, para penyelenggara O2SN provinsi, sebelumnya, sudah didatangi tim ofisial dari kabupaten tertentu dengan maksud meloloskan para atlitnya. Bisa dibayangkan tooo. Sudah tentu menghalalkan cara disetiap cabang pertadingan adalah polanya. Begitu!”, ungkap sejumlah pendamping O2SN.

Dikatakan, pengalaman O2SN di Tingkat Nasional, sering membuktikan jika para atlit yang dipaksakan kehadirannya oleh panitia provinsi di event tersebut hanyalah pajangan atau formalitas semu.

“Yang berkembang, atlit atlit O2SN NTT, lebih sering beralasan sakit. Buruknya lagi, alasan sakit tersebut justru diduga dikemas oleh panitia dan pendamping. Akal bulusnya, yang penting anda (atlit,red) bisa ikut dengan konsekuensi tidak ada anggaran panitia O2SN provinsi bagi pendamping beserta atlitnya ketika akan kembali ke daerah asal”, aku mereka.

Spirit, menjunjung tinggi sportivitas ditinggalkan hanya karena alasan kepentingan.

Thema O2SN tingkat Nasional (tahun 2015) dengan spirit, Olimpiade Olahraga Pembentang Karakter Sportif, Sehat, Cakap dan Tangguh bagi Siswa ditinggalkan begitu saja oleh Panitia O2SN Provinsi NTT.

“kalau begini jadinya maka kami boleh berestimasi bahwa uang daerah yang berjumlah miliaran rupiah, hanya dihabiskan dinas untuk berevoria belaka. Kami juga berharap Inspektorat Daerah segera melakukan audit investigasi atas pengelolaan dana O2SN provinsi, agar semuanya menjadi terang benderang”, imbau mereka.

Data fajartimor.com, O2SN khusus SMA/SMK mempertandingkan, cabang Karate (Putra dan Putri), Pencak Silat (Putra dan Putri), Atletik (Putra dan putri), Tenis Meja (Putra dan Putri) dan Bulu Tangkis Beregu.

Khusus untuk Olahraga Karate, Pencak Silat dan Atletik, pesertanya masing masing berjumlah 6 (enam) orang, dan hal tersebut sudah menjadi keharusan panitia O2SN provinsi.

Sementara informasi yang didapat fajartimor.com, Panitia O2SN Provinsi NTT, hanya mengirim dua orang saja dari masing masing cabang olahraga tersebut. (ft/bony)

About Bony Lerek

Scroll To Top