Home / Berita utama / ‘Terlena Tipuan dan Rayuan GM, Rosa Mariam Kini Harus Ikat Pinggang’
‘Terlena Tipuan dan Rayuan GM, Rosa Mariam Kini Harus Ikat Pinggang’

‘Terlena Tipuan dan Rayuan GM, Rosa Mariam Kini Harus Ikat Pinggang’

Kupang, Fajartimor.com – Ibarat habis manis sepah dibuang,  layak dialamatkan kepada Rosalinda Mariam, wanita asal Makasar-Sulawesi, harus bekerja keras demi menghidupi anaknya Rifaldo Manek setelah ditinggal Gabriel Manek, Pengusaha yang semula memintanya memberi seorang anak.

Rosa Mariam yang semula hidup menjanda dengan dua orang anaknya di rumah mertua suami pertamanya di Tarus Kabupaten Kupang, justru terlena dan terbuai dengan rayuan Gabriel Manek yang bersedia menikahinya dan menafkahi dirinya dan kedua orang anaknya.

Singkat cerita, dirinya kemudian meminta restu mertua dari suami pertamanya dan lalu hidup serumah dengan Gabriel Manek dengan mengambil rumah kontrakan di bilangan perumahan seputaran pantai Paradiso Rt: 07 Rw: 03, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang.

Kepada fajatimor Janda tiga anak yang harus bekerja sekuat tenaga di Hotel Royal berkisah kalau dirinya di masa-masa awal serumah dengan Gabriel Manek akur-akur saja. Dan tidak sedikitpun menunjukan akan ada prahara besar.

“Dalam perjalanan hubungan layaknya suami istri, kecemburuan Gabriel mulai terasa hingga pada suatu kesempatan dirinya diminta Gabriel untuk memberi seorang anak. Permintaan Gabriel dipenuhinya. Namun di masa kehamilan hingga partus Gabriel justru hilang tak tahu kemana rimbanya. Saya harus bersusah payah dibantu dua orang anak saya menjalani masa kehamilan hingga partus. Jelang partus saya justru berusaha menghubunginya namun Dia (Gabriel Manek, red) tidak sedikitpun peduli. Dengan susah payah saya kemudian harus dioperasi besar dengan bermodal BPJS. Dan semuanya kemudian berjalan normal”, ungkap Rosa.

Waktu terus berlalu, Gabriel Manek yang merasa bersalah kemudian datang menemui Rosa Mariam dengan sejumlah alibi.

“Lama hilang dia (Gabriel Manek) kembali dengan sejumlah alasan termasuk ingin memberi tanggungjawab kepada anak-anaknya khususnya Rifaldo Manek anak hasil hubungan keduanya yang sebelumnya diminta oleh Gabriel Manek. Namun rupanya niatnya hanya sebatas pelipur lara. Buktinya saat diminta tanggungjawab memenuhi kebutuhan rumah dia (Gabriel Manek) selalu saja berkelit. Tidak ada uang lah. Terlalu banyak menuntut lah dan macam-macam lainnya”, jelas Rosa.

Prahara penghinaan, makian, cacian dan bentuk intimidasi lainnya rupanya harus diterima dirinya saat ada bersama.

“Saya baru tersadar kalau saya ini hanyalah bagian dari mainan dia (Gabriel Manek). Faktanya, setiap harinya saya hanya mendapat tekanan berupa makian, cacian dan penghinaan. Saya juga pernah dilapor mencuri uang di kosnya dan kemudian di tahan di polsek Kelapa Lima semalam suntuk. Belakangan saya juga tahu kalau saya bukanlah wanita terakhir dalam hidupnya. Ada wanita lain dalam hidupnya selain diri saya. Dan mungkin nasibnya sama seperti saya”, beber Rosa.

Sebagai wanita yang jauh dari keluarga di Makasar, dirinya justru berharap ada secuil perhatian dari pemerintah kota.

“Saya justru berharap kasus saya ini mendapat perhatian dari pemerintah dan lembaga perlindungan perempuan dan anak agar selanjutnya hak hak saya sebagai perempuan dan juga anak saya bisa terpenuhi”, harap Rosalinda.

Sementara Gabriel Manek yang berusaha dihubungi fajartimor via telepon selular justru berusaha berkelit dan terkesan menghindar dari kejaran konfirmasi wartawan.

“kalau Bapa mau konfirmasi silahkan ke Naibonat karena saya lagi di Naibonat”, tantang Gabriel via sms.

Ketika di kejar dengan sambungan telepon, Gabriel Manek rupanya berdalil lagi kalau dirinya lagi di Amarasi karena sebuah urusan dan lalu meminta fajartimor berbicara dengan seseorang yang mengaku saudaranya Gabriel Manek.

Ketika ditanya soal apa hubungannya dengan kasus tersebut, orang yang mengaku saudaranya itu justru balik menyerang fajartimor sebagai wartawan yang berlaku menekan dan meneror Gabriel Manek.

Sementara Gabriel Goa, Direktur Padma Indonesia untuk keadilan dan ketua Pokja Human Trafficking NTT justru menyarankan Rosa Mariam, kalau persoalan tersebut diarahkan saja ke area hukum demi mendapatkan kepastian hukum.

Bujuk, rayu, ingin menikahi, malah menafkahi, menjanjikan masa depan yang baik diikuti meminta anak dari hubungan keduanya adalah modus baru eksploitasi perempuan dan anak. Ini harus disikapi secara tegas karena jelas terindikasi melanggar Undang-undang Perlindungan Perempuan dan Anak. Terkait didalamnya Undang-undang nomor: 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dan Undang-undang nomor: 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak termasuk Undang-undang nomor: 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-undang nomor: 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor: 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang. Dan saya kira Komisi perlidungan perempuan dan anak sudah wajib mengambil langkah antisipatif sebelum ada korban lainnya”, tandas Goa.(ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top