Home / Berita utama / Test Urine Positif, Pemeriksaan Dilanjutkan Di Jakarta
Test Urine Positif, Pemeriksaan Dilanjutkan Di Jakarta

Test Urine Positif, Pemeriksaan Dilanjutkan Di Jakarta

Kupang, fajartimor.com-Apabila ada calon bupati/wakil bupati yang hasil test urine-nya positif maka pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan di Laboratorium Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat di Jakarta untuk memeriksa sampel darah dan rambut dari calon tersebut.

Demikian dikatakan Kepala BNN Provinsi NTT, KOMBES Pol. Drs. Sulistriandriatmoko, M.Si kepada fajartimor.com di ruang kerjanya, Sabtu (24/9) sore.

Menurut Kepala BNN NTT yang akrab dipanggil Sulis, berdasarkan Surat Edaran Kepala BNN Pusat, Budi Waseso, pemeriksaan Bebas Narkotika para cabup/wabup disesuaikan dengan kondisi sarana/prasarana yang ada di daerah yang bersangkutan.

“Jadi sesuai petunjuk dari Pak Budi Waseso, kita melakukan test urine, screening test, dan wawancara klinis atau assessment. Itu sudah cukup komprehensiflah. Kecuali ada yang test urine-nya positif. Kalau test urine-nya positif maka pemeriksaan yang bersangkutan akan ke laboratorium BNN Jakarta,” ujar Sulis.

Sulis menjelaskan, di Laboratorium BNN, pihaknya akan melakukan konfirmasi test berupa pemeriksaan darah dan rambut. “Mau nggak mau kita akan lakukan  konfirmasi test dengan menggunakan alat. Benarkah hasil test urin yang positif itu akibat dari Narkoba atau dari obat-obatan yang diminum oleh yang bersangkutan karena perawatan medis,” paparnya.

Menurut Sulis, ada obat yang mengandung Narkotika antara lain obat anti depresan (untuk menghilangkan depresi, red) , obat analgesic, obat pereda rasa sakit, obat batuk, obat sakit gigi, obat sakit kepala dan jenis obat lainnya yang mengandung zat Narkotika. “Tapi dosisnya kecil sehingga legal diminum karena produknya diproduksi secara legal,” katanya.

Orang yang mengkonsumsi obat yang mengandung zat Narkotika, lanjutnya, secara kontinyu dan berulang-ulang, hasil test urine-nya bisa positif Narkotika. “Bisa saja hasil test urine-nya bisa jadi positif. Jadi prosedurnya, kalau hasil testnya positif dan dia mengatakan dia minum obat jenis tertentu maka kita akan lakukan cross check,” jelas Sulis.

Pihaknya, kata Sulis, akan menelusuri jenis penyakit yang diderita sang calon. “Sakitnya apa? Berobat ke dokter siapa? Rumah sakit mana? Rekam medisnya seperti apa? Apakah dalam rekam medisnya ada tulisan dokter yang merekomendasikan obat yang mengandung zat Narkotika? Jenisnya apa? Kemudian resepnya nomor berapa? Diambilnya di apotik apa?” rincinya.

Jika dalam penelusuran tersebut, kata Sulis, pihaknya menemukan bukti legal bahwa benar yang bersangkutan mengkonsumsi obat yang dibeli dari rumah sakit/apotik atas rekomendasi dokter. “Maka kita akan merekomendasikan sebagai False Positif. False Positif itu, hasil test urinnya positif tapi positifnya bukan karena konsumsi Narkoba tapi karena resep dokter. Dan itu prosedur standar dalam pemeriksaan Bebas Penyalahgunaan Narkoba,” tuturnya.

Namun menurutnya, jika penggunaan obat-obat yang mengandung zat narkotika tersebut tanpa resep dokter dan obat-obatan yang dikonsumsi tersebut diproduksi secara illegal maka dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan obat-obat terlarang dan narkotika. (ft/ian/oni)

About Bony Lerek

Scroll To Top