Home / Hukrim / ‘Tidak Jalankan RAT 2 Tahun; Dana Koperasi Sumber Terang Raib di Kantong Pengurus?’
‘Tidak Jalankan RAT 2 Tahun; Dana Koperasi Sumber Terang Raib di Kantong Pengurus?’

‘Tidak Jalankan RAT 2 Tahun; Dana Koperasi Sumber Terang Raib di Kantong Pengurus?’

Kupang, fajartimor.com – Kongkalikong menghilangkan hak-hak anggota Koperasi Sumber Terang PLN Kupang rupanya membuat seluruh anggota yang adalah pegawai tetap (Provinsi, Kabupaten/Kota-wilayah dan daerah) plus Outsourching (Tenaga Lepas) berada di titik jenuh. “Sudah dua (2) tahun (2017 dan 2018), Koperasi Sumber Terang tidak melakukan RAT (Rapat Anggota Tahunan). Ada Dugaan kuat, Dana Koperasi Sumber Terang yang terkumpul dari simpanan pokok dan wajib dari setiap anggotanya dengan kisaran angka miliaran rupiah raib di kantong Pengurus”.

Gambar, Pintu kiri terpampang Plank PT. NMS dab bukan Plank Koperasi Sumber Terang (foto istimewa)

RAT yang dilakukan pada tahun 2016 diketahui terekspos dana Koperasi sebesar Rp 30 miliar namun Pengurus dan ketua Koperasi Marthen Windu yang adalah pegawai PLN tidak bisa mempertanggungjawabkan besaran uang tersebut secara riil termasuk menunjukan rekening giro di hadapan rapat anggota tahunan saat itu.

“Karena dinilai tidak sangat bertanggungjawab apalagi menunjukan besaran uang koperasi sebesar Rp 30 miliar, anggota koperasi Ranting Oesao kemudian walk out dan selanjutnya berpengaruh terhadap pertanggungjawaban akhir yang juga berujung tidak dilakukannya pergantian pengurus”, jelas sejumlah anggota koperasi.

RAT yang harusnya dilakukan pada tahun 2017 dan 2018 pada setiap bulan Maret atau April tidak kunjung terlaksana hingga hari ini.

“Seluruh anggota hari ini pertanyakan, kenapa tidak kunjung dilakukan RAT? Atau jangan-jangan uang anggota yang berjumlah miliaran rupiah sudah raib di saku pribadi pengurus?”, tuding mereka.

Dikatakan, Banyak Anggota Koperasi Sumber Terang yang sudah mengundurkan diri dari keanggotaannya namun hak-hak mereka tidak dipenuhi oleh Pengurus.

Gambar, Loket penjualan pulsa dan lain-lain yang tidak terpakai alias dibiarkan begitu saja oleh Koperasi Sumber Terang (foto istimewa)

“Bayangkan saja, kalau setiap bulannya ada potongan untuk koperasi sebesar Rp 100 ribu rupiah dari ribuan anggota koperasi maka dapat diperkirakan ada angka uang besar yang terkumpul di koperasi tersebut. Uniknya lagi, ada anggota yang minta berhenti tetapi oleh pengurus Koperasi menganjurkan untuk tidak berhenti dengan alasan ada pinjaman Bank. Padahal pinjaman di Bank jaminannya bukan dari koperasi melainkan jaminan SK, Ijasah Asli, BPJS Ketenagakerjaan”, beber mereka.

Pihak-pihak yang berkompeten diharapkan ikut memberi perhatian. Minimal jika ada temuan BPKP NTT maka sebaiknya dibuka untuk umum, biar publik tahu kebobrokan PLN yang tercermin dalam koperasi Sumber Terang tersebut.

“Kita justru berharap auditing BPKP NTT yang sudah dilakukan belum lama ini dapat terekspos dan kemudian ada langkah antisipatif dari aparat penegak hukum karena setahu kita, aset kendaraan koperasi Sumber Terang hilang ditelan bumi. Belum lagi yang kita ketahui aset pengurus koperasi Sumber Terang bisa dibilang berada diatas kemampuan keuangan baik gaji dan tunjangan lainnya. Ibu Sherly dan ibu Mince termasuk Marthen Windu asetnya sangat luar biasa”, ungkap mereka.

 


Gambar, Coop Mart koperasi Sumber Terang yang lesuh tanpa dikunjungi anggota (foto istimewa)

Sementara ketua Koperasi Sumber Terang Marthen Windu juga pengurus lainnya yang berusaha di konfirmasi media ini rupanya selalu tidak mendapat respon.

Saat dihubungi melalui telepon genggam selalu tidak ada jawaban. Ketika didatangi ke koperasi setempat justru yang didapati media ini hanyalah kantor kosong tanpa aktivitas.

Informasi yang didapat media ini, gaji pegawai CooP Mart koperasi Sumber Terang hingga hari belum terbayar. (ft/tim)

About admin

Scroll To Top