Home / Daerah / Tim P2AK Wapres RI, Validasi Data Stunting di Kantor Desa Oinlasi KiE
Tim P2AK Wapres RI, Validasi Data Stunting di Kantor Desa Oinlasi KiE

Tim P2AK Wapres RI, Validasi Data Stunting di Kantor Desa Oinlasi KiE

SoE, fajartimor.com – Proposal Laku Tobe Desa Oinlasi KiE, soal penanganan Anak Kerdil berbasis Edukasi direspon positif Tim Sekretariat Wakil Presiden RI yang khusus menangani Percepatan Penanganan Anak Kerdil, dengan mendatangi 3 Desa Sasaran di Kecamatan KiE Kabupaten TTS- NTT.

Kades Yeremias Nomleni bersama Tim Jakarta

Kades Yeremias Nomleni bersama Tim P2AK Jakarta *foto/dok/ fajartimor

Berdasarkan Proposal Laku Tobe (Lindungi Anak Kerdil dengan Usaha Opini Berbasis Edukasi) tertanggal 9 Desember 2019 yang dikirim ke Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia, sudah mendapat tanggapan positif jelas Yeremias Nomleni, Kepala Desa Oinlasi KiE kepada media ini, Sabtu (15/03/2020) di kediaman pribadinya.
“Verifikasi dan Validasi Data, oleh Tim TP2AK (Tim Percepatan Penanganan Anak Kerdil) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia adalah respon cepat atas proposal yang kami kirim per-tanggal 9 Desember 2019,” terang Yeremias.
Ada 3 Desa yang menjadi sasaran verifikasi dan validasi data.
“Desa yang divalidasi dan verifikasi datanya yakni Desa Oinlasi, Nekmese dan Tesiayofanu,” ucap Yeremias.
Dikatakan validasi dan verifikasi dimaksud lebih terarah pada persoalan kurang gizi yang berujung, anak menjadi tidak sehat dan kerdil. Dan ini masalah serius yang lagi dihadapi.
“Kalau anak tidak sehat ya kita cari tahu apa penyebabnya. Mungkin kurang makan? Atau makan tapi makanannya tidak higienis yang berakibat pada anak menjadi kerdil. Kalau sudah seperti itu ya jangan heran kemampuan otaknya juga akan kerdil. Tanggungjawab pemerintah ya harus bisa mendapatkan jalan keluar atau solusinya,” jelas Yeremias.
Masalah air, rumah layak huni dan pola hidup sehat masih menjadi tantangan di Desa-desa terpencil dan terluar.
“Upaya serius sudah kita lakukan. Dan kemarin tanggal 11 Maret 2020, kami didatangi Tim Verifikasi dan Validasi Data untuk percepatan penanganan anak kerdil Sekretariat Wakil Presiden RI bersama Tim Stunting Kabupaten TTS,” aku Yeremias.
Yeremias Nomleni juga menjelaskan bahwa Data yang diverifikasi dan masuk prioritas validasi antara lain; Jumlah Peserta Jamkesmas, Data STBM dan Kader, Data TKD, Data Anak Stunting Usia 0- 6 Tahun, Data Ibu Hamil, Data Jumlah Lembaga PAUD, Data Jumlah Pendidik PAUD, Data Jumlah Peserta Didik PAUD Usia, 3-6 Tahun, Data Jumlah Kelompok BKB, Data jumlah Kader BKB, Jumlah PLKB, Data Sanitasi dan Kader, Data Air Bersih dan Kader, Data Rumah Layak Huni, Data Jumlah Penerima BPNT, Data Jumlah Penerima PKH, Data Fasilitator PKH, Data Jumlah KK Miskin, Data KRPL dan Data Lahan Produktif serta Data Jumlah Posyandu, Data Kader Posyandu, Data Jumlah Kader PKM, Data Jumlah Penduduk, DatavJumlah Penduduk Usia 0-6 Tahun dan Data Jumlah Penduduk Perempuan Usia 12-40 Tahun.
“semua yang dimintakan Tim sudah kita penuhi. Kita juga berharap tidak lama lagi warga dan masyarakat sudah bisa mendapatkan perhatian. Minimal dengan intervensi pusat, Provinsi dan Kabupaten pola lama boleh berubah ke pola baru. Rakyat bisa hidup sehat dengan pola edukasi secara terus menerus,” yakin Yeremias.

Untuk diketahui, kegiatan yang berlangsung dari jam 12 sampai selesai dihadiri sejumlah kepala dinas antara lain; Dinas P&K, Dinas Kesehatan, Dinas PPKB, Dinas PRKB, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas PMD, Dinas dan Capilduk Kabupaten TTS termasuk Camat KiE. (ft/on)

About Bony Lerek

Scroll To Top