Home / Korupsi / “Tomas” Beber Dugaan Korupsi Dana  Puluhan Milliar Di TTS
“Tomas” Beber Dugaan Korupsi Dana  Puluhan Milliar Di TTS

“Tomas” Beber Dugaan Korupsi Dana  Puluhan Milliar Di TTS

Kepemimpinan Bupati Timor Tengah Selatan Bupati Paul Mella periode 2009-2014 rupanya menyimpan sejumlah persoalan. Kalangan tokoh masyarakat di daerah setempat kini pun tak segan-segan membeberkan masalah dugaan korupsi dana puluhan milliar ke aparat penyidik kejaksaan.

Sejumlah persoalan dugaan korupsi masa kepemimpinan bupati mella,  periode 2009-2014 perlahan-lahan mulai mencuat. Kalangan tokoh masyarakat di daerah setempat pun tak ragu-ragu membeberkan bahkan melaporkannya ke aparat penyidik Kejaksaan Negeri SoE.

Tiga perwakilan tokoh masyarakat di daerah setempat yakni, mantan Bupati TTS Cornelis Tapatab, mantan anggota DPRD NTT Alfred Baun dan mantan anggota DPRD TTS Habel Hitarihun, belum lama ini, mendatangi kantor Kejaksaan Negeri SoE.

Berbekal sejumlah alat bukti dan kronoligis berbagai dugaan kasus korupsi di TTS, ketiganya mendatangi  ruang pejabat Kepala Kejaksaan Negeri SoE  yang baru Oscar Douglas Riwoe,SH sekaligus mendesak agar dugaan kasus- kasus korupsi segera ditangani bahkan bila terbukti segera dieksekusi.

Usai melakukan pertemuan tertutup dengan Kajari SoE, ketiga perwakilan tokoh masyarakat ini kepada fajartimor.com di halaman kantor kejaksaan setempat menjelaskan, ada sejumlah kasus dugaan korupsi yang sampai saat ini tidak tersentuh pihak penyidik. bahkan kasus yang sudah ditangani belum juga dieksekusi penyidik. sebagai contoh, penanganan dugaan kasus korupsi dana bantuan sosial tahun anggaran 2008 lalu di Pemda TTS baru sebatas penetapan tersangka.

Mantan anggota DPRD NTT Alfred Baun mengatakan, penanganan dugaan kasus bansos TTS tahun 2008 lalu sudah berulang tahun yang kesekian kali, tapi belum juga dieksekusi. Karena itu, pihaknya meminta pejabat kajari yang baru untuk segera mengambil langkah-angkah penanganan hukum dan penuntasan kasus tersebut.

Hal senada dikemukakan mantan Bupati TTS Cornelis Tapatab. Menurutnya, Bupati Paul Mella dan mantan Wakil Bupati TTS Benny Litelnoni dianggap sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam kasus tersebut.

Kasus lain yang turut dilaporkan adalah dugaan kasus korupsi pencetakan sawah di Kecamatan Pollen, Pembangunan Kantor Bupati senilai Rp 33 Milliar lebih, Pembangunan kantor DPRD TTS senilai Rp 27 Milliar lebih, Pembangunan Kantor Dinas PKAD TTS serta dugaan kasus korupsi Program Agroforestri kerjasama Pemda TTS dan ITB Bandung yang menelan dana milliaran rupiah serta dugaan gratifikasi penerbitan ijin pertambangan batu mangan di TTS .

Kepala Kejaksaan Negeri SoE  Oscar Douglas Riwoe,SH yang dikonfirmasi fajartimor.com usai melakukan tatap muka bersama ketiga tkoh masyarakat TTS mengucapkan terima kasih dan merespon baik masukan yang telah disampaikan ketiga tokoh masyarakat setempat.

Kajari Douglas juga mengaku ketiga tomas ini bersedia membantu aparat penyidik guna mengungkap berbagai dugaan kasus yang ada termasuk mendatang para saksi. “mereka siap membantu dengan menghadirkan masyarakat yang dianggap mengetahui dugan kasus korupsi khususnya penyidikan kasus dana bansos”,terang Douglas.

Kajari Douglas menambahkan, ada lima penyidikan dugaan kasus korupsi yang diprioritaskan penanganannya dan khusus kasus dugaan korupsi dana bansos dalam tiga bulan terakhir segera dirampungkan “kita butuh kepastian hukum. Saya lagi bersama teman-teman penyidik di bagian pidana khusus melihat dokumen-dokumen yang berhubungan dengan penanganan dugaan kasus korupsi agar segera didalami”,tutup Douglas. (ft/Klide)

 

 

 

 

 

 

About Bony Lerek

Scroll To Top