Home / Berita utama / “TTRI RSUD W.Z Yohanes Barang Bekas?”
“TTRI RSUD W.Z Yohanes Barang Bekas?”

“TTRI RSUD W.Z Yohanes Barang Bekas?”

Kupang, fajartimor.com. Sejumlah Tempat Tidur Rawat Inap (TTRI) yang masih terpakai dan yang telah  digudangkan, besar kemungkinan adalah barang bekas salah satu rumah sakit ternama di luar NTT.

Hampir pasti sejumlah Tempat Tidur Rawat Inap yang diadakan pada tahun anggaran 2012, tidak bisa digunakan lagi. Tempat Tidur yang dilengkapi Temperatur, RSUD setempat digadang gadang adalah tempat tidur bekas salah satu rumah sakit ternama Jakarta.

Agar terlihat baru dan menarik tempat tidur tersebut diduga dibawa ke daerah Tanah Abang dan dilakukan perbaikan perbaikan seperlunya. Sumber fajartimor.com mengatakan sepintas, kaca mata awam tempat tidur yang bertemperatur tersebut adalah jenis tempat tidur yang sangat menjanjikan kenyamanan bagi para pasien rawat inap. “Tanpa disadari tempat tidur yang rentan rusak tersebut adalah tempat tidur daur ulang. Diambil dari salah satu rumah sakit besar di Jakarta, di bawa ke daerah Tana Abang, lalu dilakukan perbaikan perbaikan seperlunya kemudian dibuat jadi modis dan menarik”, ungkap Sumber tersebut.

Hal unik manakala distributor yang diutus Pihak Penyedia Barang dan Jasa melakukan pekerjaan pemasangan di rumah sakit setempat, ada begitu banyak kejanggalan yang terjadi. “Saat dilakukan bongkar pasang tempat tidur oleh distributor banyak saja kendala kendalanya. Ya kekurangan Baut lah, ketiadan Mur lah, terjadi ketidakcocokan pada sisi persambungan badan tempat tidur saat pemasangan lah, dan sejumlah kekurangan lainnya”, beber-nya.

Buktinya belum lama digunakan Tempat Tidur Rawat Inap yang banyak menelan keuangan Negara, sebahagian besarnya harus digudangkan karena rusak parah. “Ini baru sebatas Tempat Tidur Rawat Inap. Belum lagi Kursi, dan jenis pengadaan alat-alat medis lainnya”, terang Sumber fajartimor.

Investigasi fajartimor.com, terkait Pengadaan Tempat Tidur Rawat Inap (TTRI) tahun anggaran 2012, khusus untuk Rumah Sakit Umum TC Hillers Maumere sebanyak 45 unit, RSUD Kabupaten Kupang sebanyak 90 unit, RSUD Belu sebanyak 90 unit, RSUD Kabupaten RoteNdao sebanyak 45 unit dan RSUD Ngada sebanyak 90 unit.

Sebahagian besar PPK rumah sakit penerima barang dikhabarkan menolak karena saat pendistribusian barang, pihak distributor tidak mencantumkan nilai nominal pada format barang yang akan ditandatangani. (ft/tim)

About Bony Lerek

Scroll To Top