Home / Berita utama / Unik! TOR/KAK-nya Kosong!
Unik! TOR/KAK-nya Kosong!

Unik! TOR/KAK-nya Kosong!

“Terkait Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan”

Kupang, fajartimor.com-Term of Reference (TOR) atau dalam bahasa proyek dikenal dengan sebutan KAK (Kerangka Acuan Kerja). Bila kosong dan tidak ada maka bisa dikatakan sebagai sebuah mainan besar. Gratifikasi sudah tentu selalu menggiurkan.

Kelengkapan Penelitian Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian/Lembaga (RKAKL) khusus mengenai TOR atau KAK adalah yang paling penting. Karena bila poin tersebut tidak ada maka apa yang menjadi tujuan dan harapan publik sudah tentu tidak akan tercapai. Negara akan terus digerus. Akibatnya Anggaran yang terkait dengan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Permukiman Perdesaan hanya akan dinikmati oleh orang per-orang dan kelompok kepentingan tertentu, jelas sumber fajartimor.

Logo ditjen Cipta Karya tentang Permukiman Layak Huni dan Berkelanjutan (foto/dok.insert)

Logo ditjen Cipta Karya tentang Permukiman Layak Huni dan Berkelanjutan (foto/dok.insert)

Menurutnya TOR atau KAK adalah gambaran tujuan, ruang lingkup dan struktur sebuah proyek (kegiatan) atau kepanitiaan yang telah disepakati untuk bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Sementara fakta yang terbaca pada Format Pemeriksaan Readiness Criteria Paket Pekerjaan Kontraktual Tahun Anggaran 2016, khususnya di kolom Readiness Criteria sama sekali tidak didukung pada kolom Kelengkapan Penelitian RKAKL. Term TOR/KAKnya sama sekali kosong.

“Kalau model kerja seperti ini, maka kemungkinan proyek titipan, kontraktor pemenangnya sudah disiapkan, dan berujung Gratifikasi menjadi hal yag lumrah dan bisa dikatakan sebagai sebuah keharusan”, jelasnya.

Kata sumber tersebut, Nama Proyek, Tujuan, waktu dan Jadwal Pelaksanaan, Resume, Kondisi Lapangan dan Metode, yang tertuang dalam format TOR atau KAK adalah hal prinsip yang semestinya tercover dalam Kelengkapan Penelitian Rencana Kerja dan Anggaran Kementrian/Lembaga khususnya di Direktorat Jendral Cipta Karya.

“Saya justru masgul dan bertanya di zaman keterbukaan informasi yang semakin mengglobal koq masi ada orang orang yang begitu berani bermain api! Sekejab terbersit dibenak saya, Dimanakah Renja KL (Rencana Kerja Kementrian Lembaga)? Seperti apakah PIK KL (Pagu Indikatif Kementerian Lembaga)? Wajah LRA KL ( Laporan Realisasi Anggaran Kementerian/Lembaga Ditjen Cipta Karya) akan seperti apa kalau model kerjanya seperti ini? Waduh ini kalau tidak diusut tuntas maka rakyat NTT akan terus saja dirundung keterbelangan”, Sesalnya.Data fajartimor, DDUB adalah kependekan dari Dana Daerah Untuk Urusan Bersama atau dalam kata bahasa Inggris dikenal dengan istilah Local Funding For Joint Activities With Central Government. (ft/boni)

 

About Bony Lerek

Scroll To Top