Home / Berita utama / ‘Volume Sampah Kota Kupang, 226, 705 Kg Setiap Harinya’
‘Volume Sampah Kota Kupang, 226, 705 Kg Setiap Harinya’

‘Volume Sampah Kota Kupang, 226, 705 Kg Setiap Harinya’

Kupang, fajartimor.com – Jika satu hari produksi sampah Kota Kupang volumenya 226, 705 kg atau sama dengan 567 m3 maka volume sampah setiap bulannya sebesar 6,801, 135 kg sebanding 17,003 m3. Itu artinya dalam satu tahun, volume sampah Kota Kupang sebanyak 82, 747, 143 kg atau sama dengan 206, 868 m3 (meter kubig). Karenanya perlu dilakukan sistim pengelolaan sampah secara terukur, baik oleh pemerintah, warga dan swasta menuju Kota Kupang Bersih, Sehat dan Indah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Yeri S. Padji Kana, S.SOS.MM pada kegiatan sosialisasi Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga juga perda nomor 4 tahun 2011 di hadapan Pengusaha Kota Kupang bertempat di Hotel Maya, Rabu (11/12/2019).

Menurutnya, Pengurangan sampah dan penanganannya, membutuhkan kepedulian warga. Oleh karenanya sosialisasi tentang pentingnya peran pemerintah dan warga khususnya para Pengusaha menjadi atensi dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan dalam mendukung program-program prioritas Walikota Kupang.

“Perda nomor 3 tahun 2011 dan perda nomor 4 tahun 2011 di masa kepemimpinan Walikota Jefry Riwu Kore akan diberlakukan secara terukur sambil menunggu rancangan peraturan walikota dan keputusan walikota untuk selanjutnya dilaksanakan,” jelas Kana.

Sosialisasi ini katanya harus menjadi perhatian serius warga dan pengusaha. Karena ketika dilaksanakan akan diikuti juga dengan sanksi atau hukuman.

“Bagi warga dan pengusaha yang membuang sampah di lingkungan dan sembarang tempat akan dikenakan sanksi denda sebesar Rp 50 juta atau pidana kurungan selama 6 bulan. Tentunya semua diawali dengan teguran normatif. Jadi saya berharap ini menjadi perhatian. Karena kedepan saya justru serius dengan urusan pengelolaan sampah,” tandas Kana.

Senada dengan kadis Yeri . S. Padji Kana, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 atau bahan berbahaya, beracun (limbah cair, padat dan setengah padat, red), Ady Pally menekankan pentingnya pengelolaan sampah dan limbah P3 demi kesehatan lingkungan yang menjadi cita-cita bersama.

Menurutnya sosialisasi ini giat dilakukan dinas sebelum penerapan perda nomor 3 tahun 2011 dan perda nomor 4 tahun 2011.

“Selain sosialisasi di kecamatan, Kelurahan dan RT/RW, sosialisasi bagi para pengusaha Kota Kupang adalah bagian dari usaha pemerintah untuk menjadikan kota Kupang, Bersih, sehat dan indah,” terang Ady.

Akan ada stiker lanjutnya yang di pajang di setiap rumah warga, tempat – tempat usaha warga.

“Kita sudah siapkan stiker perda nomor 3 tahun 2011 yang sedianya akan di pajang pada setiap rumah warga dan tempat-tempat usaha warga termasuk Hotel dan sejenisnya. Harapannya, warga kota yang berjumlah 453,409 jiwa secara bertahap mulai sadar akan pentingnya pengelolaan sampah. Dan ingat akan ada hukuman bagi yang melanggar. Ya tidak besar-besar amat. Cuma denda sebesar Rp 50 juta atau kurungan selama 6 bulan,” jelas Ady.

Dikatakan, ketika perda nomor 3 tahun 2011 dilaksanakan, maka untuk memastikan warga dan pengusaha taat asas, akan ada Tim Satuan Tugas yang ditugaskan secara khusus untuk memantau pengelolaan sampah.

“Tim ini akan bekerja khusus dan tanpa sepengetahuan warga,” pungkas Ady. (ft/boni)    

About Bony Lerek

Scroll To Top