Kupang, fajartimor.com — Perayaan Natal dan Tahun Baru 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Situasi tersebut mendapat perhatian dan apresiasi langsung dari Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, sebagai buah dari solidaritas utuh dan kerja sama lintas lembaga yang terjalin dengan baik.
Hal itu disampaikan Johni Asadoma kepada sejumlah wartawan saat ditemui di Aula Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT, Jumat (2/1/2026). Mantan Kapolda NTT tersebut menegaskan bahwa rasa aman yang dirasakan masyarakat selama rangkaian Natal hingga pergantian tahun merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen daerah.
“Perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berlangsung aman dan kondusif karena adanya partisipasi aktif masyarakat, serta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait,” ujar Johni Asadoma.
Ia menilai, semangat kebersamaan itu menjadi cahaya yang menyinari malam Natal dan gegap gempita tahun baru, ketika perbedaan melebur dalam satu tujuan bersama: menjaga kedamaian dan keselamatan bersama.
Menurutnya, meskipun masih terdapat sejumlah keterbatasan dan kekurangan di lapangan, namun secara umum penyelenggaraan pengamanan Natal dan Tahun Baru di seluruh wilayah NTT berjalan dengan baik dan terkendali. Arus perayaan, ibadah, serta aktivitas masyarakat dapat berlangsung tanpa gangguan berarti.
Wakil Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada aparat keamanan yang telah bekerja ekstra siang dan malam demi memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga. Dedikasi tersebut, katanya, menjadi fondasi penting bagi terciptanya suasana perayaan yang penuh sukacita dan rasa aman.
“Terima kasih kepada jajaran TNI, Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, serta seluruh pihak yang terlibat. Kerja keras dan pengorbanan ini adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.
Johni Asadoma berharap, semangat solidaritas dan kerja sama lintas lembaga yang telah terbangun selama perayaan Natal dan Tahun Baru ini dapat terus dipelihara sebagai modal sosial dalam menghadapi berbagai agenda dan tantangan pembangunan di Nusa Tenggara Timur ke depan. (Ft/Boni)












