Wali Kota Linus Lusi, Ajak Undana Bangun Kerja Sama Berdampak 

Artikel ini Telah di Baca 162 Kali
  • Bagikan

Kupang, fajartimor.com – Causa prima kemiskinan yang berdampak pada endemi stunting di Kota Kupang harus bisa dieliminir. Belum lagi dampak ketidakteraturan tata kota yang diperparah lagi dengan tercemarnya lingkungan permukiman akibat sampah yang tidak terurus  memicu di bangunnya kerjasama berdampak antara pemerintah kota dan Undana Kupang.

Pemerintah kota Kupang dan Undana semestinya bisa berbagi peran yang saling melengkapi agar pada gilirannya pengabdian kepada masyarakat tidak sebatas lip servis atau omon- omon.

Pernyataan tersebut disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd, M.Pd, saat audience bersama  Rektor Undana Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam di Ruang Rapat Rektor Undana, Senin ( 4/11/2024).

Menurut Penjabat Linus Lusi, karya-karya pemerintah dalam pengabdian kepada warga dan masyarakat sering mengabaikan riset dan kajian keilmuan.

“Buktinya stunting terus saja menggejala, kemiskinan warga perkotaan semakin hari semakin memprihatinkan termasuk hubungannya dengan persoalan inklusi sosial dan ekonomi yang berujung maraknya tingkat ketergantungan masyarakat kepada layanan jasa keuangan (inklusi keuangan). Oleh karena itu Kita ingin nuansa ilmiahnya berjalan beriringan bersama mode dan  terapan pelayanan berupa pengabdian kepada masyarakat,” tandas Linus

Sementara Rektor Undana, Prof. Dr. drh. Maxs U. E. Sanam menerima masukan  mulia penjabat Wali Kota Linus Lusi, yang kembali meneguhkan bahwa hal yang disampaikan tersebut menjadi kerinduan Undana.

“Pengabdian kepada masyarakat butuh riset atau intervensi kajian ilmiah agar pada gilirannya ada langkah maju menuju Kota Kupang berdampak dan global,” kata Rektor Prof. Maxs Sanam.

Pengabdian Tematik dengan melibatkan mahasiswa untuk mendampingi anak stunting perlu juga digalahkan.

“Bisa juga di bidang layanan ekonomi, pendidikan dan kesehatan perlu diintervensi dari sisih ilmiah ataupun riset. Karena bila benar dilakukan maka akan ada banyak dana hibah yang tersedia, yang selanjutnya di ambil dan di bawa ke NTT untuk kepentingan pelayanan dimaksud” jelas Prof. Maxs Sanam.

Pelibatan civitas Undana yang berjumlah cukup besar dengan tingkatan studi dan kajian yang bervariatas bisa menjadi jawaban dan bahkan bisa menghadirkan dampak besar.

“Jujur saja, Undana punya 30 ribu lebih sumber daya manusia. Bila digerakan 15 ribu saja untuk membantu pemerintah kota maka akan ada perubahan. Saya kira kerja sama kembar yang digagas pak Wali Kota Kupang sungguh brilian dan berkelas,” puji Rektor  Maxs Sanam.

Pada saat bersamaan Kepala Bappeda, Dijda Kadiwano ikut mempresentasikan Rencana pembangunan jangka panjang demi menyongsong Indonesia emas 2045 di hadapan Rektor Undana Prof. Maxs Sanam didampingi Dekan sejumlah pejabat Universitas Nusa Cendana Kupang.

Dijda Kadiwano berharap Kerjasama dengan Undana dapat berjalan sehingga ada sinergi dalam penyusunan RPJD dan RPJMD 2025-2029 yang lebih berdampak dan global.

“Intinya semua yang dibicarakan tidak kemudian melayang di udara tapi mendarat lalu dirasakan rakyat miskin,” tutupnya. (Ft/oan)

  • Bagikan