Home / Berita utama / Wartakan Kabar, Bangun Kesadaran Lingkungan
Wartakan Kabar, Bangun Kesadaran Lingkungan

Wartakan Kabar, Bangun Kesadaran Lingkungan

SoE, fajartimor.com – Kesadarn akan pentingnya kehidupan sosial dalam membangun pri kehidupan ekonomi yang lebih mengedepan keasrihan lingkungan hidup, menjadi semangat pewartaan gereja modern.

Oleh karenanya, pada minggu (22/09/2019), bertempat di lapangan futsal Aryos niki-niki, telah dilaksanakan acara pembukaan pameran pembangunan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) Keuskupan Agung Kupang tingkat paroki Santo Arnoldus Jansen dan Santo Joseph Freinademetz ( Aryos) niki-niki.

Kesehatan lingkungan harus menjadi dasar umat dalam upaya dan usaha menjalankan inisiasi hidup yang sudah Tuhan berikan.

Gereja melalui RD. Yoakim Konis, pastor paroki Aryos dalam sambutannya, menandaskan, kegiatan pameran ini dilaksanakan guna memotivasi umat agar mencintai dan memelihara alam ciptaan dengan tidak merusak alam dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.

“Selain itu, dengan adanya pameran umat diwajibkan memerkan hasil karyanya seperti jagung, tomat,lombok, padi, pisang dan lain sebagainya sehingga umat yang malas bekerja tidak memiliki hasil bumi untuk dipamerkan. Tegas pastor paroki aryos. Lebih lanjut ditegaskan bahwa selain hasil bumi, umat juga dapat memamerkan hasil kerajinan tangan dan hasil kreasi umat sendiri pada stand pameran dari Kelompok umat basis ( KUB), stasi dan atau kapela yang ada di wilayah paroki Aryos,” tandas RD Yoakim.

Selain itu, soal traficking dan stunting yang terus saja melingkungi asing daerah ini sebagai persoalan global perlu disikapi gereja dengan dilakukannya bimbingan, memotivasi agar umat setempat dapat disadarkan.

“Bahwa uang bisa didapat dari hasil bumi dengan kerja-kerja kreatif agar pada gilirannya umat terhindar dari yang namanya traficking dan stunting,” saran RD Yoakim.

Sementara itu, Feti Nope, lurah niki niki dalam sambutannya menandaskan, pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan pihak gereja karena kegiatan ini dapat memotivasi umat yang juga masyarakat daerah ini untuk tidak malas bekerja serta merawat dan memelihara alam ciptaan dengan tanaman tanaman pohon dan sayur sayuran.

“Artinya masyarakat dilatih agar mampu berkreasi dan berinovasi karena tidak saja hasil bumi yang dipamerkan tapi hasil kerajinan tangan,” ucap Feti.

Acara pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh lurah niki niki. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu minggu penuh yakni ( 22 hingga 29/09/2019). (Ft/Albert).

About Bony Lerek

Scroll To Top